Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Layakkah kita hilang motivasi lalu berputus asa


Koran harian sumatera ekspres terbitan September 2011  menulis tentang Habibie Afsyah, seorang yang memiliki kondisi pisik yang tidak normal seperti kebanyakan orang. Seorang yang lumpuh sejak kecil yang karena kelumpuhannya pastilah kala kanak-kanak tak bisa berlari dan bermain bola kaki dilapangan becek, tak bisa memanjat pohon lalu bergelantungan didahan bersama teman sepermainan kala pulang sekolah. Dan setelah kini remaja dan dewasa harus pula merasa beda dari lingkungan orang-orang banyak seperti kita. Sebuah kondisi yang memilukan untuk ukuran kita yang berpisik normal. 

Dengan semua keterbatasan itu ia masih memiliki motivasi untuk berbuat mengaktualisasikan diri sebagai sosok bersemangat, menyemangati, termotivasi, dan memotivasi generasi seusianya dan kita. 

Dari celah lobang kecil yang tercipta karena keterbatasan nya ia melihat sebuah dunia lain, dunia online sebagai ruang dan media yang memberikan warna pada hidupnya. Dalam harian sumatera ekspres dituliskan bahwa seorang habibie apsyah yang serba kekurangan kondisi pisik bisa berbuat banyak untuk mendapatkan penghasilan jutaan rupiah dalam satu bulan dari aktifitasnya di dunia online.

Tapi dalam artikel ini saya sama sekali tidak bermaksud menceritakan seorang Habibie Afsyah sebagai sosok pebisnis melainkan habibie yang memotivasi. 

Saya sendiri telah terjun berkecimpung di dunia online mengelola blog sejak dua tahun terakhir ini. Dalam kerangka waktu itu ada banyak saat ketika motivasi ngeblog saya redup terkena debu kemalasan dan kejenuhan serta ketidak yakinan akan memperoleh manfaat yang nyata, . Lalu sekuat tenaga yang ada saya memaksa diri berupaya bangkit dan menyalakan lilin motivasi, agar tetap meneruskan aktifitas blogging dan menikmatinya, meskipun  bayang-bayang penghasilan online tak kunjung datang, tapi saya meyakini bahwa bukan semata uang yang saya cari, melainkan juga blogging sebagai cara berbagi dengan orang lain, memberi dan memproses diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Kalau seorang habibie afsyah yang tidak bisa walau sekedar berdiri dari kursi rodanya tetap bersemangat menjalani hidup dan mengisinya dengan kegiatan yang membawa manfaat, layakkah kita tidak bersyukur atas apa yang kita miliki lalu menyia-nyiakan kenormalan diri kita dengan tidak berbuat apa-apa hanya karena alasan motivasi yang kendor dan putus asa.

Akhirnya terima kasih sumatera ekspres dan sosok Habibie Afsah yang telah menyiram pohon motivasi saya sehingga daunnya yang layu perlahan menjadi hijau segar kembali. Saya kembali merasa optimis akan mendapatkan manfaat nyata dari kegiatan blogging tanpa harus hanya meniliai sebuah sukses diukur dengan sejumlah uang yang didapat dari internet. Dan tak juga saya harus memaksakan diri menetapkan kerangka waktu untuk mencapai apa yang saya inginkan.

Kesuksesan blogging tak hanya diukur dari seberapa besar uang dan pengakuan yang anda peroleh, melainkan juga blogging adalah sebuah proses pengembangan diri menjadi pribadi yang lebih baik.  

Jumat, 15 Juli 2011

Setiap derita kecewa adalah proses menuju pribadi yang lebih baik

Kali ini terpacu menulis karena membaca artikel di blog seorang wanita yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku dalam usia yang cukup muda.

Memandang kesuksesan seseorang penulis di usia belia terkadang membuat diri ini merasa tidak berarti. Perasaan terlambat memulai merintis jalan menuju penulis sukses muncul kepermukaan. Pun begitu pula bila membaca kesuksesan blogger pada usia muda lalu diri inipun merasa terlambat mengelola blog.

Tapi haruskah semua ini disesali, karena penyesalan tidak ada artinya, ia tak akan mengembalikan kita pada keadaan yang lebih baik tidak juga membawa kita pada kondisi saat masih merasa lebih remaja.

Ketimbang larut dalam perasaan kecewa, akan jauh lebih baik melanjutkan proses berjalan di jalan yang benar untuk menggapai impian meski harus terlambat karena telat memulai, setidaknya itu lebih baik dari pada harus putus asa lalu berhenti berusaha. Dan ujungnya nanti akan lebih menyesali diri karena tidak pernah memulai. Bukankah tidak menutup kemungkinan bahwa kesuksesan tak harus terlihat sejak muda.

Kalau menganggap kesuksesan haruslah terlihat sejak dalam usia dibawa 30 tahun misalnya sama artinya meniadakan kuasa tuhan yang memungkinkan sesuatu terjadi kapanpun Dia kehendaki, pun begitu pula kesuksesan sebagi penulis, pebisnis atau blogger misalnya, apakah tidak boleh kesuksesan tersebut diraih ketika menjelang senja.

Boleh saja fakta saat ini mengatakan jalan kesuksesan ujungnya hanya dapat dicapai dalam waktu tidak kurang 10 tahun misalnya. Apakah tidak mungkin kuasa tuhan memungkinkan ia bisa ditempuh cukup 2 tahun.
Yang diperlukan adalah mencari jalan pintas atau berlari.

Dengan membesarkan hati dan menguatkan diri mengambil sisi positif dari setiap keadaan kecewa, rendah diri dan perasaan putus asa yang dialami semoga semuanya menjadi api yang menyalakan semangat kita untuk terus mencoba menggapai harapan baik sebagai apapun di dunia offline dan di dunia online.

Mengetahui kelemahan diri tidak musti mengecilkan nyali. karena terkadang kelemahan diri bisa menjadi modal untuk menggali kelebihan yang yang tidak kita sadari. Bukankah tuhan itu maha adil. Tidaklah mungkin dalam satu jiwa terkumpul semua kelemahan dan tak ada sedikitpun kelebihan yang patut dibanggakan.

Kelebihan yang nampak tak berarti di mata kita boleh jadi ia sebuah nilai istimewa di mata orang lain, dan bisa jadi ia adalah modal terbaik untuk sukses. Lalu akankah menganggap tuhan berlaku tidak adil.

Saya sering mendengar kata orang bijak, Sipenanggung derita kesedihan teramat sangat di masa kecil kelak ketika dewasa akan tumbuh menjadi pribadi bijak yang menjadi tempat bertanya.

Sipenanggung derita teramat sangat di masa kecil dan terus berada di jalan takwa hingga dewasa akan menjadi pribadi mulia yang karena kemuliaannya ia mampu menyibak tabir pemisah antara hamba dan sang pencipta. Lalu kalau begitu bukankah derita itu sebuah proses yang harus dijalani, dan karenanya imbalan yang pantas akan diterima.

Bila hidup ini harus dijalani dalam duka tidak berarti ia akan menjadikan kita sebagai pribadi malang yang kemalangan itu membawa kepada ketidaksuksesan dan penderitaan berkepanjangan hingga wafat,

Kelak akan datang saat dimana kita menyadari kemalangan yang pernah dirasa menjadi sebuah bentuk pelatihan dari tuhan untuk membentuk diri kita lebih adil, bijak dan menjadi panutan.

Dengan bersandarkan pada arti kekuasaaan tuhan meskipun dengan harapan yang tipis dan motivasi yang terus terkikis, mencoba dengan cara saya mencapai semua harapan agar kelak diri ini mampu bersyukur dengan cara yang layak dan menanamkan keyakinan dalam jiwa dan raga bahwa semua yang dijalani dalam hidup adalah proses mencapai kemuliaan diri. semoga.

Selasa, 21 September 2010

Pakaian

Pakaian yang paling indah bagi seorang mukmin adalah ketakwaan, dan pakaian yang paling nikmat adalah keimanan. Allah berfirman, "Dan pakaian ketakwaan itulah yang paling baik" (QS. Al-A'raf(7):26).

Pakaian luar kamu adalah nikmat dari Allah, yang dengannya Bani Adam menutup aurat-aurat mereka. Nikmat ini merupakan kemuliaan yang telah diberikan Allah pada keturunan Adam, sementara Dia tidak memberikan kemuliaan ini pada selain mereka.  Kemuliaan ini diberikan kepada kaum mukmin agar mereka bisa melaksanakan seluruh kewajiban  yang dibebankan kepada mereka.

Pakaianmu yang paling bagus adalah pakaian yang tidak menyibukkanmu terhadap sesuatu yang menyebabkan kamu lupa pada Allah, justru mendekatkanmu untuk mengingatNya, syukur pada Nya dan patuh pada Nya. Pakaian yang baik adalah pakaian yang tidak mendorongmu untuk berbangga diri, riya, berpoyah-poyah, angkuh dan sombong. karena hal itu merupakan bencana terhadap agama dan mengakibatkan kekerasan dalam hatimu.

Ketika kamu mengenakan pakaian, ingatlah bahwa Allah telah menutupi seluruh kekurangan  dan dosamu dengan kasih sayangNya. Busanakan bathinmu dengan kebenaran sebagaimana kamu busanakan lahirmu dengan pakaian. Biarkan kebenaran dalam bathinmu terselubung oleh takut pada Allah dan biarkan ketaatan menyelubungi ragamu. Ambilla pelajaran dari karunia Allah, karena Dia menciptakan pakaian luar ini sebagai sarana untuk menutup aurat lahiria dan Dia membuka pintu tobat, penyesalan dan pertolongan sebagai sarana untuk menutup aurat  bathinia dari dosa-dosa dan ahlak  yang buruk. Janganlah kamu menampakkan aib seseoarang, karena Allah telah menutupi hal yang lebih buruk dari dirimu sendiri. Sibukkan diri dengan kesalahan-kesalahanmu dan abaikan hal-hal yang bukan menjadi urusanmu.

Waspadalah jangan sampai umurmu habis hanya karena sibuk dengan urusan orang lain, sementara modal utamamu diperdagangkan oleh selainmu sehingga kamu menjadi orang yang paling merana.

Melupakan dosa dan kesalahan merupakan siksaan yang paling berat dari Allah di dunia dan mengakibatkan siksaan di aherat. Selama seorang hamba menyibukkan dirinya dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan selalu berusaha untuk mengenal kesalahan dan kekurangan dirinya serta meninggalkan hal-hal  yang dapat membahayakan agama Allah. Dengan demikian ia akan terselamatkan dari kemurkaan Allah dan tenggelam dalam samudera rahmat Allah. Dia mendapatkan mutiara faedah dari hikmah dan bayan(penjelasan). Namun, selama dia lupa  akan dosa-dosanya, tidak pernah menghiraukan aib-aibnya dan mengandalkan daya dan kekuatan sendiri, niscaya dia tidak akan meraih kemenangan selamanya.

Demikianlah nasehat ke-7 dari rangkaian seratus nasehat manusia agung Imam Ja'far al Shadiq.

Kamis, 09 September 2010

Syukur

Pada setiap tarikan nafasmu ada kewajiban bersyukur atasmu, bahkan seribu kali bersyukur atau lebih. Syukur yang paling rendah adalah kesadaran bahwa semua kenikmatan berasal dari Allah tanpa hati harus terikat kepada sesuatu sebab selain Allah. Syukur juga berarti ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan kamu tidak mendurhakaiNya dengan nikmatNYa dan menentangNya dalam setiap perintah dan laranganNya karena nikmatNya. Hendaknya kamu menjadi hamba yang pandai bersyukur atas nikmatNya setiap kesempatan, niscaya kamu mengetahui dan menyadari bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Mulia dalam segala hal.

Jika disisi Allah ada satu ibadah yang dilakukan oleh hamba-hambaNya yang tulus itu lebih luhur dan agung  dari pada syukur terhadap setiap hal, niscaya Dia akan menjadikannya sebagai ibadah yang wajib bagi seluruh mahluk. Namun, karena tidak ada yang lebih utama dari pada syukur maka Allah mengistimewakan syukur diantara sekian banyak ibadah dan memilih mereka yang melakukan ibadah ini. Allah berfirman, "Hanya sedikit sekali dari hambaKu yang bersyukur" (Qs.Saba(34);13)

Kesempurnaan dari rasa syukur adalah pengakuanmu dengan bahasa bathin secara tulus pada Allah Azza wajallah akan ketidakmampuanmu menggapai derajat syukur yang terendah dalam dirimu. Mendapatkan taufik untuk bersyukur merupakan kenikmatan yang juga harus disyukuri. Hal itu merupakan kenikmatan yang paling agung dan berkah yang paling mulia dari kenikmatan yang  telah diberikan kepadamu. Dengan demikian pada setiap ungkapan rasa syukur harus ada syukur sesudahnya  yang lebih besar sampai tidak ada batasnya. Seorang hamba tenggelam dalam lautan kenikmatanNya, tetapi lemah dan tidak berdaya untuk mencapai derajat syukur  yang tertinggi. Jika seperti itu kejadiannya, bagaimana mungkin seorang hamba bisa menyamakan rasa syukurnya dengan nikmat yang dilimpahkan Allah padanya, Kapan dia bisa menyamakan perbuatannya dengan perbuatan Allah?. Sedangkan hamba itu mahluk lemah yang tidak pernah memiliki kekuatan kecuali dari Allah Azza wajallah pada saat yang sama. Allah sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hambaNya. Dia sangat mampu untuk menambahkan kenikmatan. Jadilah hamba yang pandai bersyukur, dengan begitu kamu akan melihat berbagai keajaiban.

Demikianlah nasehat ke 6 dari rangkaian seratus nasehat dari MANUSIA AGUNG Imam Ja'far alshadiq,

SELAMAT MERAYAKAN HARI IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATHIN, SEMOGA KITA MENJADI MANUSIA YANG PANDAI BERSYUKUR.

Selasa, 17 Agustus 2010

Zikir

Postingan kali ini yang saya beri judul Zikir adalah nasehat kelima dari Manusia agung Imam Ja'far Al shadiq dari rangkaian seratus nasehat beliau yang  mulia.
Orang yang benar-benar mengingat Allah adalah orang yang ta'at kepadaNya. Barangsiapa yang lengah mengingatNya, dia telah durhaka. Ketaatan adalah tanda petunjuk, sedangkan maksiat adalah tanda kesesatan. Pangkal keduanya adalah zikir dan lalai. Jadikanlah hatimu sebagai kiblat bagi lisanmu, jangan menggerakkannya kecuali dengan isyarat hati, persetujuan akal dan keridaan iman. Allah Maha Mengetahui semua yang tersembunyi dan terlihat darimu.

Jadilah laksana orang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut jiwa, disaat ruh akan berpisah dari raganya, atau laksana orang-orang berdiri dalam barisan pada hari pembalasan. Janganlah kamu berpaling dari apa yang telah dibebankan oleh Tuhanmu padamu dari perintah dan laranganNya serta janji dan ancamanNya. Jangan pula kamu menyibukkan diri dengan selain yang dibebankan oleh Tuhanmu. Sucikanlah hatimu dengan air kesedihan dan ketakutan.

Jadikanlah zikrullah (mengingat Allah) itu dikarenakan Dia selalu mengingatmu. Dia ingat kepadamu, tetapi Dia tidak membutuhkanmu. Dia mengingatmu itu lebih mulia, lebih diharapkan, lebih terpuji dan lebih sempurna dari pada kamu mengingatNya, bahkan lebih dahulu darimu. Makrifat mu bahwa Dia selalu mengingatmu akan mewariskan kerendahan hati, rasa malu dan kehancuran. Dari sinilah lahirlah pandangan akan kemuliaanNya dan karuniaNya yang telah berlalu. Ketaatanmu tidak memiliki nilai sama sekali dihadapan keagunganNya, meskipun kamu telah banyak berbuat kebaikan. Ahirnya kamu tulus mengharapkan keridhaanNya. Perhatianmu akan zikirmu pada Nya akan mewariskan riya, ujub, kebodohan, bertindak kasar pada mahlukNya, merasa telah banyak melakukan ketaatan kepadaNya dan melupakan karunia dan kemuliaanNYa. Tak ada yang bertambah pada dirimu kecuali menjadikanmu jauh dari Allah. Kamu tidak mendapatkan sesuatupun dari perjalanan waktu  ini kecuali ketakutan.

Zikir itu ada dua macam, yaitu zikir yang tulus bagi Allah sesuai dengan persetujuan hati, dan zikir yang memiliki arti bahwa yang berzikir itu sebenarnya adalah Tuhan. Rasulullah SAW bersabda : "aku tidak mampu untuk memuji diriMu, karena Engkau sendirila yang memuji diri Mu." Rasulullah SAW tidak pernah menjadikan zikir nya kepada Allah memiliki nilai sama sekali karena pengetahuannya akan hakikat sebelumnya bahwa dia mengingat Allah itu karena sebenarnya Allah mengingat dirinya, ini lebih utama.

Barang siapa yang ingin mengingat Allah  azza wajallah maka hendaknya dia mengetahui bahwa ketika Allah tidak mengingatkan hambaNYa dengan memberikan taufik padanya untuk mengingatNya, niscaya hamba itu tidak mampu mengingatNya.

Senin, 09 Agustus 2010

Menentukan awal Ramadhan

Menentukan awal ramadhan

Menentukan awal puasa Ramadhan adalah urusan yang sebenarnya tidak ringan dan hal itu berhubungan dengan amal wajib yaitu puasa di bulan ramadhan. Penentuan awal puasa sering berbeda antara dua organisasi keagamaan di Indonesia. Dan keduanya mengaku benar dan tidak ada yang salah. Bila yang satu lebih awal maka yang lain lebih lambat satu hari. Dan perbedaan itu telah berlangsung cukup lama walaupun tidak selalu setiap tahun.

Perbedaan dalam menentukan awal ramadhan tentu saja bukan hal yang dilarang bila  perbedaannya tidak menyebabkan suatu dosa. Sering saya bertanya dalam hati apakah tidak ada cara agar tidak ada perbedaan dalam menetapkan awal puasa yang pasti pula terjadi perbedaan dalam menentukan hari Raya Idul Fitri. Kenapa harus ada perbedaan?, Lalu apa yang salah dengan perbedaan tersebut?. Kita sama-sama umat muslim dengan satu Pemimpin yaitu Muhammad SAW (ucapkan shalawat dan salam kepada Nya dan keluargaNya). Lalu kenapa harus ada perbedaan padahal pemimpinnya sama (penerus kepemimpinan Islam yang berbeda).

Kalau tidak salah tanggal satu syawal adalah hari dilarang berpuasa. Artinya yang berpuasa pada tanggal satu syawal berarti ia melakukan puasa yang tidak diperbolehkan. Sebaliknya bagi yang tidak berpuasa pada tanggal tiga puluh ramadhan berarti telah dengan sengaja tidak melaksanakan kewajiban puasa pada bulan ramadhan. lalu kenapa harus ada perbedaan?.

Mungkin saatnya kita menengok ayat dalam Alqur-an. Adakah petunjuk yang jelas tentang bagaimana menentukan awal ramadhan ?. Pada masa Nabi Muhammad SAW (ucapkan shalawat dan salam kepada Nya dan keluargaNya) masih hidup umat muslim tidak mengalami kesulitan menentukan awal ramadhan, karena tempat bertanya yang diyakini kesuciannya ada diantara mereka. Namun sayang sepeninggal beliau, Rasul tidak memberi perintah kepada siapa umat harus bertanya tentang segala urusan umat Islam. Sebagian terbesar ulama berpendapat sepeninggal rasul tempat bertanya dan jawabannya harus dianggap benar adalah para sahabat, lalu ketika semua sahabat nabi tidak ada lagi umat bertanya pada para Alim Ulama masyhur. Dan kini diabad 20 kepada siapa umat bertanya yang jawabannya harus dianggap benar, karena pada kenyataannya  ada dua Versi kebenaran tentang awal puasa.

Padahal kebenaran itu pasti satu, karena tanggal satu ramadhan dalam satu tahun hanya satu hari (24 jam) di Indonesia ini.

Inilah suatu pertanyaan besar yang selalu menggayuti benak saya selama beberapa tahun ini. Kenapa harus ada perbedaan sedangkan umat muslim semuanya pengikut satu Imam mulia yaitu Muhammad SAW (ucapkan shalawat dan salam kepada Nya dan keluargaNya), Manusia agung yang patuh kepadanya adalah wajib dan itu adalah perintah ALLAH SWT yang tertulis dalam Alqur-an. "Taatlah kepada Allah dan Taatlah kepada Rasul dan Ulil Amri diantara kalian." (AlQur-an)

Ahirnya semoga tahun ini tidak terjadi perbedaan dalam menentukan tanggal satu ramadhan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Menyambut kedatangan Ramadhan

Tanpa terasa waktu yang terus bergulir telah membawa kita kembali pada bulan mulia yang selayaknya kita merasa gembira karena kedatangannya. Bulan dimana kita sebagai kaum muslim akan kembali melatih dan menempah diri dengan menahan kehendak hawa nafsu, mendekatkan diri kepada Ilahi dengan kian memperkuat usaha beribadah kepadaNya dengan rasa penuh keikhlasan.

Bulan Ramadhan yang datang setahun sekali adalah bulan yang kedatangannya dirindukan oleh mereka yang kadar keimanannya baik. dan bulan yang tidak disukai oleh penggemar kemaksiatan. Maka beruntunglah bagi kita yang merindukan nya dan bila ada dalam hati perasaan tidak suka akan kedatangannya walaupun rasa itu sedikit maka selayaknya kita mempertanyakan kadar keimanan kita.

Menyikapi kedatangan bulan mulia ini kita tidak perlu melakukan tindakan yang berlebihan dengan melakukan sweeping (dengan kekerasan) tempat maksiat misalnya. Lagi pula alangkah baiknya misalnya kita mendesak pemerintah untuk membuat undang-undang yang bisa menghukum pelaku perbuatan maksiat dengan hukuman yang berat, atau bahkan dengan membuat aturan yang menutup kemungkinan terjadinya perbuatan kemaksiatan dalam segala bentuk.

Amat banyak ragam kemakisiatan yang terjadi di Indonesia ini yang mayoritas penduduknya adalah orang Islam, dan terjadinya sedemikian banyak kemaksiatan menunjukkan betapa sedikit sekali muslim yang menjunjung tinggi perintah ALLAH SWT.

Akhirnya mari kita sambut ramadhan dengan suka cita, inilah bulan saatnya kita meraih sebanyak mungkin pahala dan semoga nantinya kita menjadi insan yang bertaqwa

Jumat, 18 Juni 2010

NIAT

Nasehat ke-empat dari 100 Nasehat Imam Ja'far Al Shadiq.

NIAT

Orang yang memiliki niat yang tulus adalah orang yang memiliki hati yang suci. Kesucian hati dari bisikan-bisikan yang dilarang saat melakukan perbuatan-perbuatan, itu didapatkan dengan memurnikan niat hanya bagi Allah semata dalam segala urusan.

Allah berfirman, "Hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang suci" (QS, Al-Syu'ara(26):88-89).

Nabi Muhammad SAW sang Manusi Paling Agung bersabda: "niat seorang mukmin lebih baik dibanding dengan amalnya." Dalam sabdanya yang lain, "segala amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya." Hendaknya seorang hamba memurnikan niatnya dalam setiap gerak-geriknya. Niat yang tidak sedemikian ini akan menjadikannya gegabah dalam melakukan sesuatu. Allah telah menyipati orang-orang yang gegabah dalam bertindak seperti dalam firmanNya, "mereka itu tiada lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya."(QS. Al-furqon(25):44). dalam ayat lain, "mereka itulah orang-orang yang lalai" (QS.Al-A'raf(7):179)

Niat itu berasal dari hati sesuai dengan tingkat kemurnian makrifat. Kuat dan lemahnya niat seseorang akan berbeda sesuai dengan perbedaan naik turunnya keimanan. Orang yang memiliki niat yang tulus, jiwa dan nafsunya akan tunduk dibawah genggaman kekuasaan keagungan Allah, dan ada rasa malu dihadapan-Nya. Dia tidak akan merasa tenang karena sifat, tabiat dan hasratnya, meskipun orang-orang merasa tenang darinya.

Demikianlah Nasehat ke-empat dari rangkaian 100 Nasehat salah satu Manusia Agung.
Semoga bermanfaat untuk kita pemeluk Agama Islam

Sabtu, 12 Juni 2010

Penjagaan Diri

Nasehat ketiga dari 100 Nasehat Imam Ja'far Al Shadiq.

PENJAGAAN DIRI

Barang siapa yang menjaga hatinya dari kelalaian dan dirinya dari perangkap syahwat  serta akalnya dari kejahilan niscaya dia telah masuk dalam kelompok orang-orang yang sadar. Barangsiapa yang menjaga ilmunya dari hawa nafsu, agamanya dari bid'ah dan hartanya dari yang haram, dia sudah tergolong dari kelompok orang-orang yang saleh.

Rasulullah SAW bersabda, "Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan," yang dimaksud adalah ilmu tentang diri. Oleh karena itu seharusnya diri seorang mukmin dalam segala hal selalu bersyukur, atau memohon maaf atas kelalaian dan kelemahan dirinya. Dalam arti, jika Allah sudi menerimanya maka hal itu merupakan keutamaan baginya, tetapi jika Allah menolaknya maka itu adalah keadilan baginya. Diri seorang mukmin harus bisa memahami bahwa segala gerak dan langkahnya dalam melaksanakan ketaatan disebabkan karena taufiknya, dan mengetahui bahwa sikap diam dan tidak melakukan kemaksiatan disebabkan karena penjagaan Nya.

Semuanya itu bisa terwujud dengan menampakkan kefakiran pada Allah, kebergantungan mutlak kepadaNya, kekhusyukan dan kerendahan diri padaNya. Kuncinya adalah menyerahkan diri kepada Allah bersama angan yang telah pupus pada selain Nya, mendawamkan diri mengingat kematian dan menyadari bahwa kamu sedang berdiri dihadapan yang Maha Perkasa. Hal itu akan membebaskanmu dari penjara hawa nafsu, menyelamatkanmu dari ancaman musuh dan mendamaikan jiwamu. TaufikNya adalah sebab keikhlasan dalam ketaatan.

Pangkal dari semua itu adalah kesadaran bahwa hidup hanyalah sementara. Rasulullah SAW, bersabda, "Kehidupan dunia hanyalah sesaat maka gunakanlah masa itu untuk ketaatan kepada tuhanmu".

Pintu dari semua itu adalah pelaziman diri untuk menyendiri dengan senantiasa bertafakkur, merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah dan meninggalkan hidup yang bermewah-mewahan adalah landasan untuk berhalwat. Ketenangan adalah landasan untuk bertafakkur, kezuhudan adalah tiang ketenangan, ketakwaan adalah kezuhudan yang sempurna. Takut adalah pintu ketakwaan. Petunjuk ketakutan adalah mengagungkan Allah dan beristiqomah dengan ketaatan yang tulus dalam menunaikan perintah-perintahNya dan selalu takut dan waspadah dari hal-hal menjerumuskah dirinya pada batas-batas yang diharamkanNya. Petunjuk semua itu adalah ilmu.

Allah azzawajalla berfirman, "Hanya orang-orang yang berilmu sajalah diantara hamba-hambah Nya yang benar-benar takut kepada Allah" (QS.Fathir(35):28)

Demikianlah Nasehat ketiga dari rangkaian 100 Nasehat sang Manusia Agung.